Sebagai seorang pemimpin, ada baiknya Anda bersikap saling menghargai satu dengan yang lain. Tanpa karyawan, perusahaan Anda tidak akan dapat berdiri seperti sekarang. Tidak sedikit perilaku bos yang menyebalkan, dan membuat karyawan merasa tidak nyaman di perusahaan tersebut. Namun, tidak sedikit juga perilaku bos yang menyenangkan. Bahkan dapat merangkul karyawan mereka seperti layaknya sahabat atau keluarga.

Baca juga : Beginilah Suasana Kantor yang Diinginkan Generasi Z dan Ternyata Baik untuk Kinerja Karyawan

Menemukan karyawan yang dapat membantu perusahaan itu bukanlah perkara hal mudah. Anda harus melewati fase pemilihan yang panjang terlebih dahulu. Setelah sesuai baru Anda sebagai pimpinan mempercayakan karyawan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Sebagai karyawan, mereka memiliki hak yang harus diberikan. Seperti perihal hak cuti dan lain sebagainya. Jika Anda menemukan tanda-tanda berikut pada karyawan, bisa jadi sebagai pimpinan melakukan kesalahan kepada karyawan.

1. Karyawan Tidak Peduli dengan Anda

Sikap pertama yang akan dilakukan adalah tidak memedulikan Anda sebagai atasan. Misalnya, tidak ada saling menyapa karena anak buah tidak peduli akan keberadaan Anda. Bahkan ada juga yang kurang berinteraksi. Jika Anda mengalami hal di atas, bisa jadi itu salah satu pertanda anak buah tidak senang dengan Anda. Mereka justru acuh, diam, atau sibuk sendiri ketika Anda menghampiri mereka yang tengah asyik mengobrol saat jam istirahat. Mereka tidak ingin Anda terlibat dalam obrolan mereka. Lingkungan kerja yang sehat dapat terlihat dari kualitas hubungan anak buah dengan bos, maupun sesama rekan kerja. Jika dicuekin anak buah, Anda bisa introspeksi diri atau bicara dari hati ke hati dengan anak buah, apa yang sebenarnya terjadi, apakah ada perlakuan buruk Anda kepada mereka.

2. Karyawan Tidak Ingin Berkonsultasi dengan Anda

Sebagai bos, Anda harus dapat mengambil poin plus dari karyawan. Namun jika anak buah Anda tidak ingin berinteraksi, yang harus dilakukan adalah coba merenung tentang kesalahan sebelumnya. Jika mereka seolah tidak memerlukan Anda untuk berdiskusi, karena mereka menganggap Anda tidak akan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Mereka meragukan kemampuan Anda sebagai bos. Jadi, anak buah lebih memilih mencari cara sendiri dalam bekerja dan menuntaskan tugas mereka. Hal terpenting adalah kerjakan sesuai dengan target atasan dan perusahaan.

Baca juga : 5 Cara Menunjukkan Apresiasi kepada Karyawan

3. Tidak Peduli dengan Aturan

karyawan-02

Jika anak buah menilai Anda sebagai bos yang buruk, zalim, mungkin mereka akan patuh pada aturan karena tidak ingin berurusan dengan Anda. Tetapi di sisi lain, mereka yang benar-benar tidak menyukai Anda pasti masa bodoh dengan aturan yang ada, dan akhirnya melanggar. Dikenakan sanksi, misal teguran maupun Surat Peringatan (SP), anak buah sudah tidak peduli. Mereka akan menganggap untuk apa bertahan kerja dengan bos yang buruk. Situasi akan menjadi buruk. Dalam hal ini, Anda dapat melakukan pendekatan dengan anak buah untuk mencari tahu kenapa selalu melanggar aturan. Apakah ada masalah pribadi, atau masalah lain yang berkaitan dengan Anda. Tapi ingat, orang yang bersalah melanggar peraturan harus tetap mendapat hukuman yang berlaku.

Itulah tanda-tanda kinerja Anda sebagai bos buruk di mata karyawan. Menjadi atasan, bukan harus ngebossy. Memerintah mengerjakan pekerjaan ini itu tanpa henti. Anak buah juga manusia yang butuh perhatian dari atasannya. Jadilah bos yang disukai anak buah, salah satunya dengan komunikatif serta terbuka. Tidak otoriter. Anda selalu membuka pintu untuk anak buah yang ingin belajar. Menerima kritik dari anak buah, tegas, konsisten, mampu membuat keputusan yang adil dan bijaksana, serta mampu menjadi teman saat anak buah membutuhkan. Dengan tipe dan gaya kepemimpinan seperti itu, anak buah pasti akan betah bekerja bersama. Anda akan menjadi panutan buat mereka. Ingat, Anda tidak akan dapat mencapai posisi lebih tinggi tanpa kontribusi dari mereka. 

Baca juga : 6 Cara Ampuh Menjaga Hubungan Baik Dengan Karyawan

Bila Anda kerap ‘diserang’ dengan penilaian negatif dari anak buah, cobalah untuk evaluasi diri. Cari tahu penyebabnya, apakah ada perkataan, perilaku, maupun penerapan cara kerja yang salah dari Anda untuk tim atau anak buah. Hal itu bisa juga dikomunikasikan dengan tim atau anak buah untuk memperbaiki hubungan yang tidak beres tersebut. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan jawaban, sekaligus solusi dari permasalahan yang terjadi. Cobalah untuk menurunkan ego pada diri Anda sebagai pimpinan. Jika sebagai atasan, Anda tetap mempertahankan ego bahwa semua yang Anda lakukan sudah benar tanpa memperdulikan tim, maka anak buah akan menganggap Anda bos yang payah. Dampak buruknya, Anda akan dibenci anak buah, tidak lagi dihormati dan dihargai, cuek, dan pekerjaan yang dilakukan hanya sekadar menunaikan kewajiban.