Percetakan Jakarta Uprint.id
Percetakan Jakarta Uprint.id

Apa kamu pernah mendapatkan klien yang meminta revisi sepanjang waktu? Pernahkah kamu merasa jemu dan kesal dengan revisi tiada akhir? Ada cara membatasi revisi desain yang diminta klien. Bagaimana? Ikuti lima tips kami berikut :

1. Mulai dengan sehat

start healthy relationship with client

Memulai hubungan sehat dengan klienmu adalah satu dari lima cara membatasi revisi desain yang selalu mengalir. Kamu sebaiknya tidak berpikir hanya untuk menyelesaikan proyek tersebut secepatnya lalu mendapatkan bayaran.

Saat kamu hanya memikirkan menyelesaikan pekerjaan secepat-cepatnya dan uang, kamu akan stres. Kamu akan merasa jengkel dan frustrasi ketika klien meminta revisi, bahkan saat revisi tersebut sebenarnya diperlukan. Jadi, mulailah hubungan yang sehat dengan klien dan mengembangkan pola pikir positif.

Baca juga : 15 Tips Agar Hari Pertama Kerja Mengesankan

2. Menjadi desainer grafis sekaligus konsultan

make it clear from the start

Beberapa klien yang menggunakan jasamu mungkin termasuk baru, artinya ini adalah kali pertama mereka terlibat dalam proyek yang menggunakan jasa seorang desainer grafis. Mereka kemungkinan tidak punya petunjuk mengenai bagaimana untuk memulai, jadi mereka terus saja menambahkan permintaan-permintaan baru atau tak henti meminta perubahan-perubahan.

Namun, tentu saja, kamu bisa menghindari situasi seperti itu dengan tidak hanya menjadi desainer grafis mereka, tetapi juga konsultan mereka. Kamu tahu lebih banyak dari mereka, biarkan mereka tahu apa yang kamu pikirkan dan apa yang telah mereka lalaikan. Berargumen lah secara profesional.

3. Buatlah sangat jelas dari awal

be a consultant

Cara bagus lainnya untuk menyelamatkan dirimu dari klien yang meminta revisi terus-terusan adalah dengan memiliki kesepakatan yang jelas dari awal sekali.

Kamu perlu menentukan batasan mengenai berapa banyak perubahan yang kamu setujui. Berikan penjelasan dengan jelas kepada klien bahwa mereka harus membayar lebih jika total perubahan melebihi batas, kecuali itu adalah kesalahanmu. Pastikan mereka mengerti.

4. Cerdas dalam memilih kata-kata

choose words smartly

Empati adalah sebuah kata yang penting untuk diingat saat kamu berkolaborasi dengan seorang klien. Ada banyak kasus berbeda mengapa klien meminta revisi. Ini contohnya. Jika klien meminta revisi desain logo lagi, kamu boleh menolaknya dengan mengatakan sesuatu seperti ini “Saya mengerti apa maksud Anda. Berdasarkan pengalaman saya, kedua warna ini tidak cocok jika digabungkan bersama. Logo Anda akan terlihat lebih profesional seperti ini. Bagaimana menurut pendapat Anda?”

Baca juga: Bagaimana Menghadapi Tenggat Waktu Dengan Mudah untuk Desainer Grafis

5. Tunjukkan kepercayaan diri dalam pekerjaanmu

nick bateman showing confidence in work

Saran terakhir, selalu percaya diri. Saat klien menginginkan sesuatu dan kamu tahu itu salah atau hasilnya kurang bagus jika dilakukan, jangan takut untuk memberitahu mereka. Beritahu mereka bahwa ide mereka mengerikan, tapi tentu saja jangan dikatakan dengan tajam seperti itu. Katakan dengan sopan dan penuh percaya diri.

Jika tak kamu beritahu kepada klien dan kamu memilih untuk mengikuti mereka, kamu akan menghancurkan pekerjaanmu dan reputasimu akan rusak pada akhirnya.

Klienmu memutuskan untuk menggunakan jasamu karena mereka percaya dengan kemampuan serta keahlianmu untuk memberikan mereka desain terbaik. Tunjukkan kepercayaan diri dalam pekerjaanmu, biarkan mereka tahu kamu adalah ahlinya.

Artikel lain: 7 Cara Mengembangkan Kemampuan Desain Grafismu