Pada dasarnya, fasilitas e-Money telah hadir di Indonesia sejak tahun 2009 silam. Namun, penggunaannya sebagai alat pembayaran yang memiliki nilai uang yang tersimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip, baru populer beberapa waktu belakangan ini. Menggunakan kartu e-Money ini tergolong praktis, fleksibel, dan mudah digunakan semua orang dari berbagai kalangan. E-Money ini dapat Anda gunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran, seperti tiket transportasi umum, tarif jalan tol, dan berbelanja di toko yang bekerja sama dengan penerbit kartu e-Money tersebut. Nilai uang dalam e-Money akan berkurang secara otomatis pada saat konsumen menggunakannya sebagai alat pembayaran. Untuk menghindari kerugian, tips-tips menggunakan kartu e-Money ini sebaiknya Anda perhatikan.

1. Mencari Tahu Kelebihan dan Kekurangan E-Money

Penerbit kartu e-Money umumnya adalah bank-bank multinasional dengan skala besar. Nah, sebelum Anda menggunakan kartu pembayaran elektronik tersebut, ada baiknya jika terlebih dulu mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari fasilitas yang disediakan. Misalnya, beberapa kartu e-Money hanya bekerja sama dengan merchant-merchant tertentu, sehingga pembayarannya akan ditolak jika tempat tersebut tidak ada ikatan dengan bank penerbit e-Money.

Selain itu, sebaiknya Anda juga menggunakan e-Money yang mudah diisi ulang. Pasalnya, ada beberapa kartu e-Money yang hanya bisa diisi ulang menggunakan kartu debit dan mesin ATM milik bank penerbit. Tentunya ini akan cukup menyulitkan Anda saat mendadak harus mengisi saldo kartu e-Money.

2. Isi Saldo Secukupnya

Baru-baru ini pemerintah menerapkan sistem pembayaran tol secara otomatis melalui mesin GTO dengan media pembayaran kartu e-Money. Karena masih tergolong baru, beberapa mesin tersebut kadang mengalami kendala saat membaca kartu Anda. Tak jarang saldo justru terpotong dua kali lipat atau lebih dari jumlah yang seharusnya Anda bayarkan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tak perlu mengisi saldo e-Money secara berlebihan.

Di sisi lain, jumlah nominal yang tertera di dalam kartu tidak dapat ditarik tunai layaknya uang tabungan Anda. Aktivitas pengeluaran pun tidak bisa dipantau dengan baik, sehingga apabila terjadi kesalahan perhitungan, Anda tidak bisa melakukan klaim pada pihak mana pun termasuk bank penerbit kartu tersebut.

3. Jangan Asal Meminjamkan e-Money

Penggunaan e-Money tentu tidak bisa terlepas dari berbagai upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari peminjaman e-Money di gerbang tol dengan alasan saldo habis, hingga penipuan yang dilakukan oleh supir taksi online kepada penumpangnya. Meminjamkan e-Money Anda saat masih terjebak antrian adalah hal yang sangat berisiko. Jika kamu masih ingin memberikan bantuan, turun dari kendaraan dan lakukan sendiri pembayaran pada gerbang tol.

4. Modifikasi Desain Kartu

Desain kartu e-Money hampir mirip secara keseluruhan sehingga akan mudah tertukar dengan milik orang lain. Jangan ragu untuk memodifikasi desain kartu yang Anda miliki dengan menambahkan tanda berupa plastik pelindung atau menaruhnya pada alat bantu ‘tongkat tol’ yang telah diberi nama. Bahkan, beberapa bank sudah menyediakan e-Money dengan desain kartu yang bisa Anda buat sendiri, lho!

5. Selalu Mengingat Sisa Saldo

Sering kali Anda merasa telah mengisi saldo cukup untuk perjalanan pulang-pergi sehingga tidak memerhatikan informasi sisa saldo yang tertulis di layar. Hal inilah yang biasanya dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk menukar kartu Anda dengan mudah, toh Anda sendiri tidak ingat berapa sisa saldonya.

Itulah tadi lima tips yang dapat Anda perhatikan dalam menggunakan kartu e-Money sebagai alat pembayaran Anda. Semoga Anda bisa terbeas dari berbagai penipuan yang melibatkan kartu e-Money!