Desain grafis akhir-akhir ini menjadi profesi yang mulai banyak dilirik. Tak sedikit orang yang tertarik untuk mempelajari ilmu ini. Belajar desain grafis memang menyenangkan karena kita bisa mengembangkan kreasi yang tak terbatas untuk dituangkan dalam sebuah wujud visual berupa logo, gambar, layout, dan sebagainya. Nah, sebagai seorang desainer grafis, berikut kesalahan yang sebaiknya Anda hindari.

1.  Memakai Comic Sans

comic-sans-uprint-desain-grafis

Mungkin Anda berpikir font style satu ini cukup menarik, tapi sebaiknya jangan memakainya untuk desain grafis Anda. Selain font ini sudah terlalu mainstream, ukurannya yang “gemuk” cukup memakan tempat. Penggunaan Comic Sans juga akan mengurangi tingkat formalitas dari logo ataupun desain lain yang Anda buat.

2. Terlalu Banyak Teks 

uprint-desain-grafis

Pastikan juga logo yang Anda buat bisa menggambarkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh klien, bahkan jika perlu tak usah memakai teks. Jika harus memakai teks, usahakan jangan terlalu banyak. Begitu juga dengan kartu nama. Meskipun info seperti nama, alamat, dan nomor telepon harus disajikan dalam bentuk teks, pastikan porsinya tidak terlalu berlebihan karena jika teksnya mendominasi, maka bisa menghilangkan nilai estetika desain.

3. Tidak Memperhatikan Jarak antar Huruf

uprint

Penting juga untuk memperhatikan jarak antar huruf. Jika Anda menulis hurufnya satu per satu, misalkan untuk singkatan nama perusahaan, maka sebaiknya gunakan jarak yang tetap. Jarak antar huruf yang tidak konsisten bisa membuat mata orang yang membaca menjadi kurang nyaman, dan tentu saja Anda tidak mau dianggap sebagai desainer yang kurang memperhatikan detil, bukan?

4. Kurang Sabar dalam Menggunakan Tools

Ketika harus mengambil bagian tertentu dari suatu gambar untuk dijadikan komposisi desain, Anda bisa menggunakan tools yang tersedia di aplikasi desain grafis seperi Adobe Photoshop. Pada saat menggunakan tools, Anda harus berhati-hati dan memperhatikan setiap detil bagian yang Anda crop. Memang hal ini cukup memakan waktu, tapi demi hasil yang sempurna memang dibutuhkan pengorbanan. Kalau Anda kurang perhatian dalam proses clipping ini, gambar yang Anda potong akan terlihat “kasar” dan ini akan menunjukkan ketidakkompetenan Anda dalam mendesain.

5. Terlalu Fokus Pada Pemberian Bayangan

Untuk melengkapi desain, ada beberapa orang yang memberi bayangan di belakang huruf. Memang hal ini bergantung pada selera masing-masing, tapi sebaiknya jangan berlebihan. Bayangan yang terlalu tebal justru dapat membuat tulisan sulit dibaca. Selain itu, pemberian bayangan yang terlalu berlebihan justru menunjukkan kalau Anda masih amatiran.

6. Pakai CMYK, Bukan RGB

Di aplikasi desain, banyak jenis warna yang bisa Anda pilih. Meskipun warna-warna RGB terlihat lebih menarik, tapi sebenarnya warna ini kurang memberikan hasil yang sesuai harapan ketika dicetak. Karena kebanyakan mesin printer menggunakan sistem warna CMYK, maka sebaiknya Anda juga mendesain menggunakan warna ini agar hasil yang ditampilkan di layar sama dengan yang dicetak.

Mungkin bagi pemula, kesalahan-kesalahan di atas masih sering dilakukan. Namun sebagai seorang desainer grafis yang cukup berpengalaman, jangan sampai Anda melakukan hal-hal di atas karena bisa mengecewakan klien Anda. Tentunya ini akan berdampak pada reputasi Anda, bukan?