Perpaduan Warna - Dalam Marketing dan Branding

Bayangkan hidupmu tanpa warna… apa yang akan kamu rasakan? Bosan, sedih, atau mungkin depresi? Itulah mengapa kita sangat berterima kasih dengan adanya warna-warna karena mereka membuat kehidupan kita berwarna, tepatnya apa yang seharusnya mereka lakukan.

Ya, kita mencintai warna-warna! Tapi tahukah kamu bahwa perpaduan warna dapat sangat memengaruhi pemasaran dan branding? Mengapa sangat? Karena warna dapat mengubah suasana hati kita, yang berarti bahwa saat pelanggan-pelanggan potensial melihat warna yang kamu gunakan untuk iklan-iklanmu, suasana hati mereka dapat terpengaruh secara langsung. Jika para pelanggan melihat iklan-iklanmu secara positif, merk dan perusahaanmu memberikan kesan yang baik. Kemungkinan-kemungkinan pelanggan potensial untuk membeli produk dan/atau jasa yang kamu tawarkan dan pelanggan yang sudah ada untuk kembali akan menjadi lebih tinggi. Kamu sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya logika dan anggaran yang berperan pada saat membuat keputusan apakah akan membeli sesuatu atau tidak.

Psikologi warna mengusulkan bahwa warna-warna yang berbeda membangkitkan emosi-emosi yang berbeda pula. Saat orang melihat warna-warna cerah yang memberikan kehangatan, seperti kuning, oranye, merah muda dan merah, mereka akan mendapatkan perasaan akan keramahan. Warna-warna ini juga memberikan perasaan aktif dan berani.

Bagaimana dengan warna-warna cerah yang menunjukkan kedinginan? Warna perak, biru langit dan lavender termasuk dalam kategori ini. Menurut penelitian, warna cerah dingin memberikan kesegaran dan ketenangan. Warna-warna ini biasanya digunakan untuk produk-produk yang mempromosikan kesehatan dan kecantikan.

Berlanjut ke warna-warna gelap, seperti warna-warna cerah, mereka dikategorikan ke dalam dua jenis. Warna-warna gelap yang hangat, seperti ungu, emas dan coklat, menunjukkan keanggunan, kemewahan dan kelas, sementara warna-warna gelap yang dingin menunjukkan kualitas, stabilitas dan kekuatan. Warna-warna gelap dingin ini tidak biasanya digunakan sebagai warna utama tetapi lebih sebagai warna yang menemani karena mereka menekankan kepada konten. Produk-produk yang biasanya menggunakan warna-warna gelap dingin adalah produk komputer, sains dan otomotif.

Beberapa warna, seperti hitam, abu-abu dan putih, dianggap sebagai warna netral. Mereka biasanya digunakan untuk melengkapi warna lain karena karakteristiknya yang netral.

Walaupun kita tidak bisa membuat stereotip, adalah benar bahwa emosi-emosi tertentu terasosiasi dengan warna-warna tertentu. Oleh karena itu, saat kamu ingin mengiklankan sesuatu, kamu mungkin mau mempertimbangkan psikologi warna dalam perpaduan warna yang akan kamu gunakan.