Tahukah Anda bahwa sebenarnya ada beberapa jenis gaya belajar yang ada dalam diri setiap anak? Hanya saja biasanya satu gaya akan lebih dominan dibandingkan yang lainnya. Anda sebagai orang tua tentu harus mengetahuinya secara cukup mendalam. Pastikan Anda tahu mengenal gaya mana yang lebih dominan dalam diri sang buah hati. Pengetahuan ini akan membantu Anda dalam mengarahkan anak untuk belajar secara tepat dan efektif.

1. Gaya Belajar Auditori

gaya belajar auditori

Merupakan penitikberatan ketajaman indera pendengaran dalam belajar. Anak yang memiliki gaya belajar seperti ini akan lebih mudah mencerna atau menerima pembelajaran melalui pendekatan ceramah ekspositori. Anak akan lebih condong untuk berdiskusi dibandingkan membaca dan merasakan apa yang mereka pelajari. Anak dengan gaya belajar auditori memiliki ciri-ciri khas sebagai berikut:

  • Anak mampu mengingat penjelasan guru dengan sangat baik.
  • Mereka adalah pendengar yang ulung.
  • Anak memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan.
  • Anak memiliki kesulitan menulis atau membaca.
  • Anak lebih cenderung banyak omong dan senang berdiskusi.
  • Anak kurang cakap jika diminta mengerjakan tugas mengarang atau menulis.
  • Anak dengan gaya belajar auditori bukanlah pembaca yang baik dan mereka cenderung tidak suka membaca.

Baca juga: Cetak Agenda yang Bisa Kamu Personalisasi di Uprint.id

2. Gaya Belajar Visual

gaya belajar visual

Apa maksudnya? Anak akan lebih mudah mencerna atau menerima informasi saat materi diberikan melalui pendekatan model, gambar, demonstrasi dan sebagainya. Anak dengan tipe gaya belajar visual akan membayangkan informasi apa yang dia terima, lalu informasi tersebut barulah bisa tertanam dalam memori jangka panjangnya. Ciri-ciri khas untuk anak dengan gaya belajar visual adalah sebagai berikut:

  • Anak memiliki kebutuhan untuk melihat materi pembelajaran secara visual.
  • Anak memiliki kepekaan terhadap warna.
  • Anak memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik.
  • Anak akan kesulitan dalam melakukan dialog secara langsung.
  • Anak bersikap reaktif terhadap suara.
  • Anak sulit mengikuti anjuran atau saran secara lisan.
  • Anak seringkali salah dalam menginterpretasikan ucapan atau kata.

3. Gaya Belajar Kinestetik

gaya belajar kinestetik

Adalah cara belajar yang menggunakan indera penerima rangsang gerak dengan lebih dominan. Anak-anak yang menerapkan cara belajar seperti ini akan lebih mudah menerima informasi jika pembelajaran dilakukan dengan praktikum dan menggunakan CD pembelajaran interaktif. Pembelajaran seperti ini akan membantu anak terjun langsung dalam materi yang dipelajarinya. Berikut ini adalah ciri-ciri khas dari anak dengan gaya belajar kinestetik:

  • Anak suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpai, termasuk saat belajar.
  • Anak termasuk aktif bergerak dan susah untuk berdiam diri.
  • Anak suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar.
  • Anak suka akan praktikum atau percobaan dan permainan atau aktivitas fisik.

Anda sebagai orang tua dari sang anak tidak perlu terlalu khawatir atau memaksa mereka untuk belajar sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Cobalah untuk menggali terlebih dahulu gaya belajar seperti apa yang membuat mereka lebih nyaman. Kenyamanan dalam belajar itu sangat penting karena akan berpengaruh pada hasil yang diperoleh.

Anda juga harus ingat bahwa tidak semua anak memiliki sifat dan gaya belajar yang sama. Oleh karena itu jangan terlalu berambisi untuk membuat anak lebih unggul dari anak lainnya. Masa kanak-kanak adalah masa mereka mulai mengenal segala hal yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Dampingi mereka dan tunjukkan bahwa belajar juga bisa menjadi hal yang menyenangkan.

Artikel lain: 10 Contoh Undangan Ulang Tahun Anak Terlucu