Skip to main content
Tren Desain & Cetak

Etika Mengirim Email yang Disukai HRD. Siap-siap Panggilan Interview Nih!

By Ayu RatnaningtiasNovember 27, 2018
Modified date: Mei 24, 2025

Di era digital ini, email adalah gerbang pertama menuju dunia kerja impian Anda. Lebih dari sekadar alat komunikasi, email lamaran kerja adalah kartu nama digital yang mencerminkan profesionalisme dan keseriusan Anda. HRD menerima ratusan, bahkan ribuan, email setiap hari. Di tengah tumpukan pesan tersebut, bagaimana email Anda bisa menonjol, menarik perhatian, dan akhirnya, memicu panggilan wawancara yang Anda impikan? Jawabannya terletak pada etika email yang tepat, sebuah kombinasi dari formalitas, kejelasan, dan personalisasi yang cerdas. Mari kita selami lebih dalam rahasia di balik email lamaran yang tak hanya dibaca, tapi juga disukai HRD!

Baca juga : 50 Contoh Surat Lamaran Kerja Lengkap Dengan Contoh dan Desain

1. Memulai dengan Kesan Pertama : Subjek Email yang Tak Terlupakan

etika-mengirim-email-01-mengisi-subjek-email

 

Bayangkan inbox HRD yang penuh sesak. Apa yang membuat mereka membuka email Anda dibandingkan yang lain? Subjek email adalah kuncinya. Ini bukan sekadar judul, melainkan ringkasan singkat yang harus informatif dan menarik. Hindari subjek yang kosong atau ambigu seperti "Lamaran Kerja" saja. Sebaliknya, buatlah subjek yang jelas dan spesifik. Mulailah dengan nama Anda, diikuti dengan posisi yang Anda lamar, dan jika perlu, tambahkan kode lamaran yang disebutkan dalam iklan lowongan. Contohnya, "Lamaran Kerja - - " atau "Aplikasi untuk - - Kode: ". Subjek yang rapi dan terstruktur seperti ini membantu HRD mengidentifikasi Anda dan posisi yang Anda inginkan dengan cepat, menunjukkan bahwa Anda teliti dan memahami instruksi.

2. Sapaan yang Tepat : Membangun Koneksi Awal

Setelah subjek yang memukau, salam pembuka adalah langkah selanjutnya untuk membangun kesan profesional. Lupakan sapaan umum seperti "Yth. Bapak/Ibu" jika Anda memiliki informasi yang lebih spesifik. Jika Anda tahu nama HRD atau rekruter yang bertanggung jawab, gunakan nama mereka. Contohnya, "Yth. Bapak/Ibu " atau "Kepada Bapak/Ibu yang Terhormat". Sapaan personal menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset dan benar-benar peduli. Jika nama spesifik tidak tersedia, gunakan sapaan yang formal namun umum, seperti "Yth. Bapak/Ibu HRD " atau "Kepada Tim Rekrutmen ". Ingat, kesopanan adalah jembatan pertama menuju hubungan profesional yang baik.

3. Memperkenalkan Diri di Cover Letter

etika-mengirim-email-02-mengisi-cover-letter

Setelah menuliskan subjek pada email, Anda harus mengisi body email. Cover letter adalah sarana employer menilai lamaran Anda pantas dipertimbangkan atau tidak. Kesalahan yang sering terjadi adalah, cover letter dijadikan attchment, dan body emailnya kosong. Padahal cover letter adalah senjata pertama bagi para pelamar.

Nah, saat Anda mengisi bagian body email sangat dianjurkan untuk memperkenalkan nama terlebih dahulu. Sebab, orang yang menerima pesan belum mengenal diri Anda. ini merupakan etika mengirim email yang kedua. Contoh seperti ini :

Dear HRD PT. Bla bla bla,

Perkenalkan Saya Maria Renata. Kemarin Saya melihat di aplikasi pencari kerja, bahwa PT. Bla bla bla sedang membuka lowongan pekerjaan dengan posisi sebagai Telemarketing. Dengan informasi yang didapat, Saya ingin mengirimkan surat lamaran ini beserta dokumen pelengkap lainnya untuk dijadikan pertimbangan. Semoga Saya dapat menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan untuk lanjut ke dalam sesi selanjutnya yaitu interview. Terima kasih atas ketersediaan waktu Bapak/Ibu dalam membaca email Saya.

Regrads

Maria Renata

Itu merupakan contoh penulisan dalam body email. Jangan hanya mengirimkan attachment namun tidak dilengkapi dengan salam pembuka hingga perkenalan diri. Jika Anda hanya melakukan pengiriman dokumen saja, jangan harap akan menerima panggilan interview. Setelah memperkenalkan diri, Anda dapat menyisipkan beberapa dokumen dalam bentuk attachment.

Baca juga : Contoh Daftar Riwayat Hidup Terlengkap, dengan Penulisan yang Baik dan Benar

4. Waktu yang Tepat Mengirim Email

etika-mengirim-email-03-waktu-tepat-mengirim-email

Perhatikan juga waktu yang tepat dalam mengirim email. Jangan pernah sesekali Anda mengirimkan email pada waktu yang tidak wajar. Misalnya tengah malam, Anda mengirim email kepada HRD perusahaan. Maka jangan harap email Anda akan diproses secara langsung. Bahkan, bisa jadi Anda masuk dalam blacklist HRD perusahaan tersebut. Ini merupakan etika mengirim email yang harus diperhatikan. Sebab, waktu pengiriman harus selalu dipertimbangkan.

Anda dapat mengirimkan email pada jam kerja misalnya dari pukul 9 pagi hingga jam 3 sore. Setelah itu sebaiknya mengurungkan niat untuk mengirimnya. Sebab, di luar jam kerja adalah waktu untuk beristirahat. Sehingga akan sangat jarang sekali HRD perusahaan yang membuka email tersebut.

Itulah etika mengirim email yang perlu Anda pelajari atau diketahui sebelum mengirimkan surat lamaran kerja secara online. Jangan sampai, Anda dinilai tidak memiliki etika saat melamar pekerjaan. Sebab, email yang dikirim tidak meyakinkan HRD bahwa Anda benar-benar membutuhkan pekerjaan.

Inti dari email Anda adalah isi pesan, yang harus ringkas, padat, dan persuasif. Mulailah dengan menyatakan maksud email Anda, yaitu melamar posisi tertentu. Jelaskan di mana Anda menemukan informasi lowongan tersebut. Kemudian, yang paling penting, soroti kualifikasi utama Anda yang paling relevan dengan posisi yang dilamar. Ini bukan tempat untuk menyalin seluruh CV Anda, melainkan untuk memilih dua hingga tiga poin terkuat yang menunjukkan mengapa Anda adalah kandidat yang ideal. Ceritakan secara singkat bagaimana pengalaman atau keterampilan Anda dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Misalnya, jika Anda melamar posisi pemasaran, Anda bisa menulis: "Dengan pengalaman tahun dalam mengembangkan strategi pemasaran digital yang berhasil meningkatkan engagement hingga , saya yakin dapat berkontribusi signifikan pada tim pemasaran ." Sampaikan dengan percaya diri namun tidak sombong. Akhiri dengan kalimat yang menunjukkan antusiasme Anda untuk kesempatan wawancara dan kesediaan Anda untuk mendiskusikan kualifikasi lebih lanjut.

5. Kesempurnaan Bahasa: Tata Bahasa dan Ejaan yang Tanpa Cela

Tidak ada yang lebih merusak kesan profesional selain kesalahan tata bahasa dan ejaan. Ini menunjukkan ketidakhati-hatian dan kurangnya perhatian terhadap detail, sifat-sifat yang tidak diinginkan oleh HRD. Sebelum menekan tombol kirim, luangkan waktu untuk membaca ulang email Anda berkali-kali. Periksa setiap kata, setiap tanda baca, dan setiap kalimat. Gunakan fitur pemeriksaan ejaan, namun jangan sepenuhnya bergantung padanya. Jika memungkinkan, minta teman atau anggota keluarga untuk membacanya. Kesalahan kecil pun bisa menimbulkan keraguan besar di mata HRD. Ingat, email lamaran Anda adalah cerminan dari profesionalisme Anda.

6. Lampiran yang Tepat : CV dan Portofolio yang Terusun Rapi

Pastikan Anda melampirkan dokumen yang benar dan dalam format yang disukai. Biasanya, format PDF adalah pilihan terbaik karena menjaga layout dokumen tetap konsisten di berbagai perangkat. Hindari format Word jika tidak diminta, karena bisa berubah tampilannya. Beri nama file lampiran Anda secara profesional. Misalnya, "CV__.pdf" atau "Portofolio_.pdf". Penamaan file yang rapi membantu HRD mengorganisir dokumen Anda. Pastikan juga ukuran file tidak terlalu besar, agar mudah diunduh dan tidak membebani server email mereka. Lampirkan hanya dokumen yang relevan; jangan melampirkan ijazah, transkrip nilai, atau dokumen lain yang tidak diminta di awal.

7. Tanda Tangan Email yang Profesional: Meninggalkan Jejak Kontak yang Jelas

Bagian akhir dari email Anda adalah tanda tangan profesional. Ini bukan sekadar nama Anda, tetapi juga informasi kontak penting yang memudahkan HRD untuk menghubungi Anda. Sertakan nama lengkap Anda, nomor telepon yang aktif, dan tautan profil LinkedIn Anda (jika ada dan sudah diperbarui). Anda juga bisa menambahkan tautan ke portofolio online jika relevan dengan posisi yang dilamar. Hindari menambahkan kutipan motivasi yang panjang atau tautan media sosial yang tidak relevan dengan profesionalisme. Kesederhanaan dan kejelasan adalah kunci di sini.

8. Tindak Lanjut yang Elegan : Menunjukkan Ketertarikan yang Konsisten

Setelah mengirim lamaran, wajar jika Anda merasa cemas menunggu kabar. Jika dalam satu hingga dua minggu belum ada respons, email tindak lanjut yang sopan adalah pilihan yang baik. Ini menunjukkan antusiasme dan proaktivitas Anda tanpa terkesan memaksa. Jangan mengirim email tindak lanjut setiap hari. Satu kali tindak lanjut, sekitar 7-10 hari setelah lamaran pertama, sudah cukup. Tulis pesan singkat yang mengulang ketertarikan Anda pada posisi tersebut dan menanyakan update proses rekrutmen. Contohnya, "Dengan hormat, saya ingin menindaklanjuti lamaran saya untuk posisi yang saya kirim pada . Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan ini dan antusias untuk mengetahui status aplikasi saya. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu."


Email lamaran kerja adalah kesempatan Anda untuk bersinar bahkan sebelum wawancara. Dengan memperhatikan setiap detail, dari subjek hingga tanda tangan, Anda tidak hanya menunjukkan profesionalisme, tetapi juga komitmen Anda terhadap proses rekrutmen. Ingatlah, email yang baik adalah investasi awal yang bisa membuka pintu menuju karier impian Anda. Jadi, siapkan diri Anda, perbaiki setiap detail, dan bersiaplah untuk panggilan wawancara yang akan segera datang!

Contoh Email Lamaran Kerja yang Disukai HRD:

Contoh 1: Lamaran Umum

Subjek: Lamaran Kerja - - Marketing Specialist

Yth. Bapak/Ibu yang Terhormat,

Dengan hormat,

Melalui email ini, saya ingin mengajukan lamaran untuk posisi Marketing Specialist yang saya temukan di situs web . Saya adalah seorang profesional pemasaran dengan pengalaman dua tahun dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang terbukti berhasil meningkatkan brand awareness dan engagement pelanggan.

Selama berkarir di , saya bertanggung jawab atas pengelolaan kampanye media sosial, analisis data performa iklan, dan pembuatan konten yang menarik, yang menghasilkan peningkatan traffic website sebesar 25% dalam enam bulan. Saya yakin keahlian saya dalam akan sangat relevan dan bermanfaat bagi tim pemasaran .

Terlampir bersama email ini adalah Curriculum Vitae (CV) saya yang berisi informasi lebih rinci mengenai kualifikasi dan pengalaman kerja saya. Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bagaimana saya dapat berkontribusi pada kesuksesan .

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya menantikan kabar baik dari Anda.

Hormat saya,


Contoh 2: Lamaran dengan Referensi

Subjek: Lamaran Kerja - - Analis Data - Rekomendasi dari

Yth. Bapak/Ibu yang Terhormat,

Dengan hormat,

Saya menulis email ini untuk mengajukan lamaran pada posisi Analis Data yang saat ini sedang dibuka di . Saya mendapatkan informasi mengenai lowongan ini dari , yang menyarankan saya untuk menghubungi Anda secara langsung.

Sebagai seorang Analis Data berpengalaman dengan tiga tahun di bidangnya, saya memiliki keahlian kuat dalam analisis data kuantitatif, visualisasi data, dan penggunaan berbagai alat analisis seperti Python dan SQL. Di posisi sebelumnya di , saya berhasil mengidentifikasi tren pasar yang krusial, yang membantu tim manajemen membuat keputusan strategis dan meningkatkan efisiensi operasional sebesar 15%.

Saya sangat tertarik dengan misi dan visi dalam . Saya percaya pengalaman saya dalam mengubah data menjadi insight yang actionable akan menjadi aset berharga bagi tim Anda.

Bersama email ini, saya lampirkan CV dan portofolio data saya untuk tinjauan Bapak/Ibu. Saya sangat menghargai kesempatan untuk membahas kualifikasi saya lebih lanjut dalam sebuah wawancara.

Terima kasih atas waktu dan pertimbangan Bapak/Ibu.

Hormat saya,


Contoh 3: Email Tindak Lanjut

Subjek: Tindak Lanjut Lamaran - -

Yth. Bapak/Ibu yang Terhormat,

Dengan hormat,

Saya menulis email ini untuk menindaklanjuti lamaran yang telah saya kirimkan pada tanggal untuk posisi di .

Saya ingin menegaskan kembali ketertarikan saya yang besar pada kesempatan ini dan keyakinan saya bahwa kualifikasi serta pengalaman saya di bidang sangat cocok dengan persyaratan posisi tersebut. Saya sangat antusias untuk berkesempatan memberikan kontribusi positif bagi .

Saya memahami bahwa proses rekrutmen mungkin membutuhkan waktu. Namun, saya ingin mengetahui apakah ada update mengenai status lamaran saya.

Terima kasih banyak atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat berharap dapat segera mendengar kabar dari Anda.

Hormat saya,