Percetakan Jakarta Uprint.id
Percetakan Jakarta Uprint.id

Semakin canggih dan modern perkembangan teknologi saat ini, mampu mempermudah para pelamar kerja. Terutama bagi mereka para lulusan baru yang sedang gencar mencari pekerjaan. Dengan adanya aplikasi pencarian online hingga mengirimkan sebuah lamaran secara online melalui email, dapat mempermudah proses melamar pekerjaan. Namun, pernah terpikir sudah banyak email yang dikirim tapi tidak kunjung ada panggilan interview? Nah, mungkin ada beberapa kesalahan yang belum Anda ketahui. Sebelum Anda memutuskan untuk mengirimkan surat lamaran kerja secara online, sebaiknya cobalah ketahui dan pelajari etika mengirim email ini yang disukai para HRD.

Baca juga : 50 Contoh Surat Lamaran Kerja Lengkap Dengan Contoh dan Desain

1. Mengisi Subjek Email

etika-mengirim-email-01-mengisi-subjek-email

Jika Anda ingin mengirimkan surat lamaran kerja secara online, jangan pernah lupa untuk mengisi subjek dalam email. Ini merupakan etika mengirim e-mail yang baik dan benar. Subjek email yang pas, akan sangat membantu HRD dalam menentukan apakah Anda apply job yang memang dibutuhkan. Misalnya, Anda ingin mengirimkan surat lamaran kerja maka subjek pada e-mail yang ditulis adalah “surat lamaran kerja (posisi)”, jangan hanya menuliskan “CV”.

Dengan begitu pihak HRD akan mudah menyaring email masuk. Ingat, yang mengirim email itu bukan hanya pelamar saja. Bahkan jika subjek email tidak diisi maka akan masuk ke dalam folder trash. Nah, sayang dong akhirnya kalau lamaran kerja Anda masuk ke dalam spam, padahal cv yang dikirimkan sudah keren dan menarik. Hanya karena kesalahan tidak mengisi subjek atau keterangan subjek tidak jelas, akhirnya surat lamaran Anda dilewatkan oleh HRD.

2. Memperkenalkan Diri di Cover Letter

etika-mengirim-email-02-mengisi-cover-letter

Setelah menuliskan subjek pada email, Anda harus mengisi body email. Cover letter adalah sarana employer menilai lamaran Anda pantas dipertimbangkan atau tidak. Kesalahan yang sering terjadi adalah, cover letter dijadikan attchment, dan body emailnya kosong. Padahal cover letter adalah senjata pertama bagi para pelamar.

Nah, saat Anda mengisi bagian body email sangat dianjurkan untuk memperkenalkan nama terlebih dahulu. Sebab, orang yang menerima pesan belum mengenal diri Anda. ini merupakan etika mengirim email yang kedua. Contoh seperti ini :

Dear HRD PT. Bla bla bla,

Perkenalkan Saya Maria Renata. Kemarin Saya melihat di aplikasi pencari kerja, bahwa PT. Bla bla bla sedang membuka lowongan pekerjaan dengan posisi sebagai Telemarketing. Dengan informasi yang didapat, Saya ingin mengirimkan surat lamaran ini beserta dokumen pelengkap lainnya untuk dijadikan pertimbangan. Semoga Saya dapat menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan untuk lanjut ke dalam sesi selanjutnya yaitu interview. Terima kasih atas ketersediaan waktu Bapak/Ibu dalam membaca email Saya.

 

Regrads

Maria Renata

Itu merupakan contoh penulisan dalam body email. Jangan hanya mengirimkan attachment namun tidak dilengkapi dengan salam pembuka hingga perkenalan diri. Jika Anda hanya melakukan pengiriman dokumen saja, jangan harap akan menerima panggilan interview. Setelah memperkenalkan diri, Anda dapat menyisipkan beberapa dokumen dalam bentuk attachment.

Baca juga : Contoh Daftar Riwayat Hidup Terlengkap, dengan Penulisan yang Baik dan Benar

3. Waktu yang Tepat Mengirim Email

etika-mengirim-email-03-waktu-tepat-mengirim-email

Perhatikan juga waktu yang tepat dalam mengirim email. Jangan pernah sesekali Anda mengirimkan email pada waktu yang tidak wajar. Misalnya tengah malam, Anda mengirim email kepada HRD perusahaan. Maka jangan harap email Anda akan diproses secara langsung. Bahkan, bisa jadi Anda masuk dalam blacklist HRD perusahaan tersebut. Ini merupakan etika mengirim email yang harus diperhatikan. Sebab, waktu pengiriman harus selalu dipertimbangkan. Anda dapat mengirimkan email pada jam kerja misalnya dari pukul 9 pagi hingga jam 3 sore. Setelah itu sebaiknya mengurungkan niat untuk mengirimnya. Sebab, di luar jam kerja adalah waktu untuk beristirahat. Sehingga akan sangat jarang sekali HRD perusahaan yang membuka email tersebut.

Itulah etika mengirim email yang perlu Anda pelajari atau diketahui sebelum mengirimkan surat lamaran kerja secara online. Jangan sampai, Anda dinilai tidak memiliki etika saat melamar pekerjaan. Sebab, email yang dikirim tidak meyakinkan HRD bahwa Anda benar-benar membutuhkan pekerjaan.