Diterbitkan Mei 18, 2016·Diperbarui Juli 17, 2026
Salah satu tren dalam arsitektur hunian adalah penggunaan kermaik yang dicetak hingga batu alam sebagai material bangunannya. Dibandingkan batu bata, kini penggunaan batu alam lebih populer di masyarakat. Hunian minimalis merupakan hunian yang seringkali menggunakan batu alam sebagai material bangunannya. Hal ini wajar karena kesan hunian yang minimalis akan menjadi dinamis dan mewah setelah divariasikan dengan batu alam. Dengan material batu alam, kamu akan mendapatkan hunian yang memiliki kesan spiritual, alami sekaligus kokoh.
Beberapa jenis batu alam yang seringkali digunakan adalah batu andesit polos, andesit bintik hingga batu candi. Memang sejak dulu batu alam dipercaya dapat mempercantik tampilan sebuah rumah, hanya saja konsepnya sebagai pemanis ruangan alias interior saja.
Baca juga : 5 Kesalahan Terburuk yang Harus Dihindari Saat Mendekorasi Rumah Minimalis
Selain hunian minimalis, rumah-rumah modern yang ingin menyisipkan kesan alami juga dapat memanfaatkan batu alam ini. Padukan saja batu alam dengan warna cat yang senada, maka rumah akan terlihat alami dan indah.
Jenis-Jenis Batu Alam
Ada begitu banyak jenis batu yang dapat digunakan sebagai material bangunan rumah. Sebelum menentukan batu alam mana yang cocok untuk desain rumahmu, sebaiknya kamu mengenal terlebih dahulu beberapa jenis batu yang beredar di pasaran saat ini :
1. Batu Alam Keras
Batu alam jenis ini materialnya keras dan tidak mudah pecah karena memiliki pori-pori yang rapat. Jenis batu yang termasuk dalam batu alam keras adalah :
Jangan takut dinding rumah terlihat berantakan. Sebaliknya, penggunaan variasi batu alam yang berbeda ukuran ini akan membuat rumah terlihat alami tanpa dibuat-buat. Bagi kamu yang mencintai kerapian dan keteraturan, maka penggunaan batu alam yang seragam untuk dinding rumah juga sah-sah saja.
Baca juga : Mendekorasi Ruang Kerja Agar Terasa Seperti Rumah Sendiri
Dari segi tekstur biasanya batu yang satu dan yang lainnya memiliki perbedaan. Ada jenis batu bertekstur kasar seperti batu templek. Ada juga batu yang bertekstur lembut seperti batu koral. Masing-masing jenis batu ini akan memberikan kesan alami yang berbeda. Untuk penggunaan batu alam di dinding rumah, kamu dapat menggunakan batu bertekstur kasar atau halus sesuai selera.
Pastikan kamu selalu menyerasikan antara warna batu alam dan warna cat rumah karena pemilihan warna cat yang tidak tepat akan membuat dinding batu alam tidak terlihat natural. Berikut ini adalah tips untuk kamu yang ingin menggunakan batu alam sebagai material dinding rumah:
Baca juga : Cara Menyusun Photo Wall untuk Dekorasi Rumah Anda
Batu Alam untuk Pagar Rumah
Untuk kamu yang menginginkan hunian dengan kesan yang kokoh dan indah dapat mencoba mengaplikasikan batu alam sebagai pagar rumah.
Pagar yang dibuat menggunakan batu alam terlihat lebih unik dan menarik jika dibandingkan dengan pagar yang terbuat dari besi maupun kayu. Kelebihan lain dari penggunaan batu alam sebagai pagar adalah keawetannya. Batu alam tidak akan mudah terkikis oleh hujan maupun panas.
Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengaplikasikan batu alam pada rumah? Selamat berkreasi dengan batu alam.
- Andesit
- Sabak / Batu Kali
- Granit
- Marmer
- Palimanan
- Batu Paras
- Batu Breksi
- Batu Candi
Jangan takut dinding rumah terlihat berantakan. Sebaliknya, penggunaan variasi batu alam yang berbeda ukuran ini akan membuat rumah terlihat alami tanpa dibuat-buat. Bagi kamu yang mencintai kerapian dan keteraturan, maka penggunaan batu alam yang seragam untuk dinding rumah juga sah-sah saja.
Baca juga : Mendekorasi Ruang Kerja Agar Terasa Seperti Rumah Sendiri
Dari segi tekstur biasanya batu yang satu dan yang lainnya memiliki perbedaan. Ada jenis batu bertekstur kasar seperti batu templek. Ada juga batu yang bertekstur lembut seperti batu koral. Masing-masing jenis batu ini akan memberikan kesan alami yang berbeda. Untuk penggunaan batu alam di dinding rumah, kamu dapat menggunakan batu bertekstur kasar atau halus sesuai selera.
Pastikan kamu selalu menyerasikan antara warna batu alam dan warna cat rumah karena pemilihan warna cat yang tidak tepat akan membuat dinding batu alam tidak terlihat natural. Berikut ini adalah tips untuk kamu yang ingin menggunakan batu alam sebagai material dinding rumah:
- Menentukan pola dan desain pengaplikasian batu alam. Jangan lupa juga untuk menentukan ukuran batu alam yang sesuai.
- Kemudian tentukan jenis batu alam yang cocok.
- Usahakan untuk memilih perekat batu yang kuat agar dinding tahan lama meski terkena panas dan hujan.
- Sebelum memasang batu alam ke dinding, kamu dapat merendamnya dengan air. Hal ini bertujuan agar ketika batu diberi perekat, batu dapat merekat sempurna. Selain itu, pastikan untuk membersihkan permukaan batu juga agar batu dapat lebih kuat ketika dipasang.
Baca juga : Cara Menyusun Photo Wall untuk Dekorasi Rumah Anda
Batu Alam untuk Pagar Rumah
Untuk kamu yang menginginkan hunian dengan kesan yang kokoh dan indah dapat mencoba mengaplikasikan batu alam sebagai pagar rumah.
Pagar yang dibuat menggunakan batu alam terlihat lebih unik dan menarik jika dibandingkan dengan pagar yang terbuat dari besi maupun kayu. Kelebihan lain dari penggunaan batu alam sebagai pagar adalah keawetannya. Batu alam tidak akan mudah terkikis oleh hujan maupun panas.
Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengaplikasikan batu alam pada rumah? Selamat berkreasi dengan batu alam.Ditulis oleh
Yosua · Content Creator
