Skip to main content
Strategi Marketing

Trik Account-based Marketing: Buat Umkm Jagoan

By nanangJuli 1, 2025
Modified date: Juli 1, 2025

Dalam lanskap bisnis yang kompetitif, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), setiap upaya pemasaran harus menghasilkan dampak maksimal dengan sumber daya yang terbatas. Seringkali, UMKM mencoba menjangkau audiens seluas mungkin, berharap ada sebagian kecil dari mereka yang akan berkonversi. Namun, pendekatan ini, yang dikenal sebagai mass marketing, bisa jadi sangat mahal dan kurang efisien. Di sinilah Account-based Marketing (ABM) hadir sebagai strategi game-changer. ABM membalikkan model pemasaran tradisional, bukan lagi menembakkan jaring luas untuk menangkap ikan, melainkan berburu ikan paus secara spesifik. Ini adalah pendekatan yang sangat terfokus, di mana tim penjualan dan pemasaran berkolaborasi erat untuk menargetkan akun-akun bernilai tinggi secara individual, memperlakukan setiap akun sebagai pasar dalam dirinya sendiri. Bagi UMKM, konsep ini mungkin terdengar rumit, identik dengan perusahaan besar, namun dengan adaptasi yang tepat, ABM dapat menjadi trik jitu untuk menjadi UMKM jagoan, mendorong pertumbuhan yang signifikan dan efisien.

Menerapkan ABM untuk UMKM berarti mengalihkan fokus dari kuantitas leads menjadi kualitas prospek. Daripada berinvestasi besar pada kampanye iklan generik, UMKM dapat mengarahkan sumber daya mereka pada sedikit klien yang paling berpotensi memberikan pendapatan besar dan berulang. Tantangannya adalah mengidentifikasi akun-akun tersebut, memahami kebutuhan spesifik mereka, dan menyusun pesan pemasaran yang sangat personal dan relevan. Banyak UMKM merasa kesulitan dalam mensegmentasi pasar dengan granularitas tinggi atau menciptakan konten yang hyper-personal. Namun, dengan alat yang tepat dan pemahaman strategis, ABM bukan hanya mungkin, tetapi juga sangat menguntungkan. Sebuah studi dari ITSMA menunjukkan bahwa 87% pemasar yang mengukur ROI ABM melaporkan bahwa ABM mengungguli investasi pemasaran mereka yang lain. Ini membuktikan bahwa bahkan dengan skala yang lebih kecil, pendekatan yang terarah dapat menghasilkan hasil yang luar biasa.

Mengidentifikasi Akun Bernilai Tinggi: Siapa "Paus" Anda?

Langkah pertama yang krusial dalam menerapkan Account-based Marketing adalah mengidentifikasi akun-akun bernilai tinggi, atau "paus" Anda, yang paling cocok dengan penawaran dan potensi pertumbuhan bisnis. Ini bukan sekadar memilih perusahaan besar, melainkan menemukan organisasi yang memiliki kebutuhan mendalam yang dapat Anda penuhi dengan solusi unik Anda, serta potensi untuk kemitraan jangka panjang yang menguntungkan. Bagi UMKM, proses identifikasi ini memerlukan analisis yang cermat terhadap data pelanggan yang sudah ada dan penelitian pasar yang spesifik. Misalnya, jika Anda adalah UMKM percetakan yang ahli dalam materi branding untuk kafe, "paus" Anda mungkin adalah jaringan kafe yang sedang berkembang, franchise makanan dan minuman, atau co-working space yang membutuhkan materi promosi visual yang konsisten.

Untuk mengidentifikasi akun-akun ini, Anda perlu melihat lebih dari sekadar ukuran perusahaan. Pertimbangkan faktor-faktor seperti industri target yang relevan, pendapatan tahunan mereka (jika tersedia), lokasi geografis, tantangan bisnis yang mereka hadapi, dan apakah mereka saat ini menggunakan produk atau layanan dari kompetitor. Data dari LinkedIn Sales Navigator atau bahkan pencarian Google yang cermat tentang tren industri dan pemain kunci bisa sangat membantu. Mengembangkan Profil Akun Ideal (Ideal Customer Profile - ICP) yang sangat detail adalah fondasi strategi ABM. ICP ini akan memandu tim Anda dalam menemukan perusahaan yang memiliki peluang terbesar untuk menjadi pelanggan setia dan menguntungkan, memastikan setiap upaya pemasaran tertarget pada sasaran yang tepat.

Mengembangkan Pesan yang Hyper-Personalisasi: Bicara Langsung ke Hati

Setelah akun target teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengembangkan pesan yang sangat personal dan relevan untuk setiap akun tersebut. Ini adalah esensi dari Account-based Marketing: memperlakukan setiap akun sebagai pasar yang unik dan menyusun komunikasi yang terasa seperti percakapan satu-satu. Pendekatan ini jauh berbeda dari kampanye mass marketing yang mengirimkan pesan umum kepada ribuan orang. Bagi UMKM, ini berarti melakukan riset mendalam tentang tantangan spesifik yang dihadapi akun target, tujuan strategis mereka, serta siapa saja pembuat keputusan utama di dalam organisasi tersebut.

Misalnya, jika Anda menargetkan sebuah agensi pemasaran besar untuk layanan cetak digital berkualitas tinggi, pesan Anda tidak hanya berbicara tentang "cetak cepat dan murah." Sebaliknya, Anda dapat menyoroti bagaimana solusi cetak Anda dapat membantu mereka memenuhi tenggat waktu proyek klien yang ketat, menjaga konsistensi warna brand klien mereka, atau bahkan menawarkan prototipe cetak kustom untuk presentasi klien penting. Anda perlu menunjukkan bahwa Anda memahami bisnis mereka, bukan hanya produk Anda. Konten personal ini bisa berupa email yang disusun khusus, presentasi yang disesuaikan, atau bahkan materi cetak sampel yang didesain secara unik untuk akun tersebut. HubSpot melaporkan bahwa personalisasi dapat meningkatkan tingkat open rate email hingga 26%. Personalisasi bukan hanya tentang menyapa dengan nama; ini tentang menunjukkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan prioritas mereka.

Orkes Kolaborasi Pemasaran dan Penjualan: Sinergi yang Kuat

Kesuksesan Account-based Marketing sangat bergantung pada kolaborasi yang erat dan harmonis antara tim pemasaran dan penjualan. Dalam model tradisional, kedua tim ini sering bekerja secara terpisah, dengan pemasaran menghasilkan leads dan menyerahkannya kepada penjualan. Dalam ABM, garis antara keduanya menjadi kabur, dan mereka bekerja sebagai satu tim terpadu yang menargetkan akun-akun spesifik. Pemasaran bertugas menciptakan awareness dan engagement dengan konten yang dipersonalisasi untuk akun target, sementara penjualan berfokus pada membangun hubungan dan memandu akun melalui sales funnel.

Bagi UMKM yang mungkin hanya memiliki beberapa individu yang mengisi peran ini, kolaborasi ini mungkin terlihat lebih mudah, namun tetap membutuhkan struktur. Misalnya, tim pemasaran (atau individu yang bertanggung jawab atas pemasaran) dapat membuat konten blog atau studi kasus yang relevan dengan industri akun target, sementara tim penjualan (atau pemilik bisnis) secara proaktif menjangkau kontak kunci di akun tersebut dengan materi yang telah disiapkan. Pertemuan rutin untuk membahas perkembangan akun, berbagi insight, dan menyelaraskan strategi sangatlah penting. Sinergi ini memastikan bahwa setiap interaksi dengan akun target konsisten, relevan, dan bergerak menuju tujuan bersama, yaitu mengubah prospek menjadi pelanggan setia dan bernilai tinggi.

Memanfaatkan Teknologi Sederhana untuk Efektivitas ABM

Meskipun ABM sering dikaitkan dengan platform teknologi canggih, UMKM dapat memulai dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan terjangkau yang sudah tersedia. Anda tidak perlu investasi besar untuk memulai. Alat-alat seperti Customer Relationship Management (CRM) dasar seperti HubSpot Free CRM atau Zoho CRM dapat membantu melacak interaksi dengan setiap akun. Email marketing tools seperti Mailchimp atau SendGrid dapat digunakan untuk mengirimkan email yang dipersonalisasi dan melacak engagement. Bahkan, spreadsheet Google dengan disiplin yang ketat dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengelola daftar akun target dan mencatat kemajuan.

Lebih lanjut, platform media sosial profesional seperti LinkedIn adalah goldmine untuk riset akun dan engagement langsung dengan pembuat keputusan. Anda dapat memantau aktivitas perusahaan target, memahami inisiatif mereka, dan menemukan titik masuk untuk percakapan yang relevan. Selain itu, alat-alat desain seperti Canva dapat membantu UMKM membuat materi pemasaran yang menarik dan personal tanpa perlu skill desain yang rumit. Kunci utamanya adalah konsisten dalam penggunaan alat-alat ini untuk melacak, mengelola, dan mengoptimalkan setiap interaksi dengan akun target Anda, memastikan bahwa setiap upaya pemasaran Anda terukur dan efektif.

Menerapkan Account-based Marketing adalah tentang presisi dan efisiensi, dua hal yang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk berkembang. Dengan berfokus pada akun-akun yang paling menjanjikan, menciptakan pesan yang sangat personal, mengorkestrasi kolaborasi antara pemasaran dan penjualan, serta memanfaatkan teknologi yang terjangkau, UMKM tidak hanya dapat bersaing, tetapi juga mendominasi ceruk pasar mereka. Ini bukan lagi tentang menjual kepada semua orang, melainkan tentang membangun hubungan yang mendalam dengan sedikit orang yang tepat, yang pada akhirnya akan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan dan keuntungan maksimal. Transformasikan bisnis Anda menjadi UMKM jagoan dengan strategi ABM yang cerdas dan terarah, dan saksikan bagaimana fokus yang tajam dapat membuka peluang yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.