Skip to main content
Marketing & Media Promosi

5 Tips dan Trik Membuat Desain Kartu Nama Agar Orang Ingin Menyimpannya

Diterbitkan Maret 12, 2017·Diperbarui Maret 15, 2018
Ketika Anda berkenalan dengan rekan kerja baru untuk menjalin kerja sama, memberikan kartu nama bisa menunjukkan profesionalitas Anda. Tapi sayangnya, desain kartu nama yang itu-itu saja bisa membuat penerimanya merasa bosan. Akibatnya, setelah menyalin info yang ada di kartu nama, mereka lantas membuangnya karena sudah dianggap tidak perlu. Lain halnya jika kartu nama yang Anda berikan memiliki desain yang menarik. Orang akan merasa sayang untuk membuangnya sehingga akhirnya disimpan. Ingin membuat kartu nama seperti ini? Berikut tipsnya. 1. 3W Harus Jelas Inti dari kartu nama adalah who, what, dan where. Tiga hal ini harus jelas terpampang. Nama, jabatan, dan tempat Anda bekerja harus bisa tersampaikan kepada pembaca kartu nama Anda. Penting juga untuk menyertakan logo perusahaan jika ada. Ini akan membuat rekan Anda mudah mengingatnya. Jangan lupa juga untuk menyertakan kontak yang bisa dihubungi seperti nomor telepon, alamat email, dan alamat website. 2. Mudah Dibaca  Pemilihan font style, warna, serta ukuran huruf yang kurang sesuai bisa membuat info yang ada pada kartu nama menjadi sulit dibaca. Jangan tergoda untuk memakai font style yang aneh-aneh atau memilih ukuran huruf yang terlalu kecil. Apa yang terlihat di layar komputer belum tentu sama hasilnya saat dicetak. Oleh sebab itu, sebelum mencetak, perhatikan betul ketika mendesain. Apa artinya membuat kartu nama jika sulit dibaca? 3. Warna-Warni atau Simpel?  Mendesain kartu nama dengan melibatkan banyak warna bisa membuatnya menarik, tapi tentu saja jika perpaduan warna yang digunakan tepat. Kartu nama yang warna-warni bisa menampilkan kesan orisinalitas dan keceriaan. Tapi bukan berarti desain warna yang simpel kurang menarik. Jika Anda ingin agar penerima kartu nama lebih mudah mengingat info di dalamnya, desain warna yang simpel memainkan peran penting akan hal itu. 4. Nuansa Warna yang Konsisten   Konsisten di sini maksudnya, konsep warna yang Anda pakai pada kartu nama sebaiknya juga mencerminkan warna yang menunjukkan brand Anda. Misalnya jika Anda adalah seorang editor di salah satu website kecantikan, yang mana website tersebut menggunakan warna biru sebagai warna dominan, maka kartu nama Anda sebaiknya juga memakai warna yang sama. 5. Sisipkan Gambar  Jika perusahaan Anda menjual material bahan bangunan, produk kecantikan, ataupun persewaan mobil, maka mencantumkan gambar yang berkaitan dengan bidang bisnis tersebut akan membuat orang mudah mengingatnya. Gambar bisa menyampaikan maksud secara lebih baik dari sekumpulan teks. Siapkan space lebih untuk peletakan gambar ini, misalkan di bagian tengah (bisa dibuat sebagai background jika gambarnya terlalu besar). Selain memperhatikan tips-tips desain di atas, ketika memilih bahan untuk pembuatan kartu nama, pilihlah yang memiliki ketebalan lebih. Kartu nama yang tebal akan menambah kesan profesionalitas Anda. Jadi, desain kartu nama seperti apa yang ingin Anda buat?

Cetak Kebutuhan Ini di Uprint

Ditulis oleh
Yustian Tenegar
Yustian Tenegar · Cofounder
Yustian Tenegar adalah Founder & CEO Uprint.id, pakar dengan pengalaman lebih dari 20 tahun yang menguasai tiga disiplin sekaligus: produksi percetakan dan kemasan (offset, digital printing, quality control), digital marketing, serta pemrograman dan AI. Ia memahami bisnis cetak langsung dari lantai produksi sampai baris kode, dari menghitung biaya per unit hingga membangun sendiri sistem AI internal Uprint. Tulisannya membahas keputusan cetak, dari kartu nama, brosur, sampai kemasan produk, selalu dengan kacamata data dan dampak bisnis nyata.