Skip to main content
Marketing & Media Promosi

5 Poin Utama, Selain Desain, yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Brosur Seminar

Diterbitkan Desember 30, 2016·Diperbarui Agustus 23, 2018
Apakah Anda kerap ditugaskan untuk membuat brosur seminar? Atau mungkin ingin mempelajari cara membuat brosur seminar yang menarik? Jika jawabannya iya maka jangan terburu-buru menarik kesimpulan bahwa faktor desain brosur selalu menjadi poin utama dan perlu dipikirkan pertama kali. Kebanyakan pemula menghabiskan waktu yang lama untuk memikirkan desain dari brosur mereka. Sebenarnya selain desain, ada faktor penting lain yang perlu kamu pertimbangkan. Desain memanglah penting namun sebagus-bagusnya desain, isi dari brosur merupakan hal yang utama. Penampilan bisa saja menipu pembaca, tetapi jika isinya tidak semenarik tampilannya, maka minat seseorang juga akan hilang dengan sendirinya. Berikut lima poin penting yang patut diperhatian untuk membuat brosur seminar 1. Topik Seminar brosur seminar 01 Tentu saja poin pertama yang membuat sebuah seminar itu menarik ialah topik seminar itu sendiri. Topik seminar adalah hal pertama yang dilihat pembaca. Anda harus menilai apakah topik seminar merupakan hal yang ingin diketahui banyak orang atau tidak. Agar brosur seminar menarik minat masyarakat, Anda dapat menggunakan kalimat tanya sehingga mereka menjadi lebih penasaran. Seperti contoh berikut ini : "Apakah Anda ingin berinvestasi namun bingung bagaimana caranya? Temukan jawabannya dengan mengikuti seminar business plan ini!" Biarkan pembaca merasa penasaran, sehingga mereka kemudian mencari tahu lebih dalam dengan mengikuti seminar yang Anda selenggarakan. Selain kalimat tanya, Anda juga dapat menggoda pembaca dengan kalimat yang tak biasa. Misalnya saja seperti ini: "Cara Berbisnis Tanpa Modal dan Untung Besar dalam 3 Bulan!" Buat kesan pertama menarik melalui bahasa yang atraktif agar pembaca tertarik dan pada akhirnya menjadi peserta seminar. Baca juga : 5 Alasan Mencetak Brosur di Uprint.id Merupakan Pilihan Tepat 2. Pembicara Seminar brosur seminar 02 Bagi kamu yang mengundang pembicara yang sudah punya nama, maka kamu telah mendapatkan nilai plus untuk pemasaran seminar yang akan digelar. Menampilkan wajah pembicara dalam brosur seminar kerap dilakukan, terlebih jika pembicara sudah terkenal di kalangan masyarakat. Selain nama atau sosok wajahnya, kamu juga bisa menampilkan karyanya yang terkenal. 3. Keterangan Tempat dan Waktu yang Jelas brosur seminar 03 Poin selanjutnya yang tak kalah penting ialah informasi tempat dan waktu diselenggarakannya seminar. Sebutkan dengan jelas lokasi seminar serta tanggal, hari dan jam berapa seminar tersebut akan dilaksanakan. Bila lokasinya cukup terpencil dan jarang diketahui, tak ada salahnya menampilkan gambar denah lokasi. 4. Biaya Seminar brosur seminar 04 Beberapa seminar biasanya memerlukan tiket, jadi jangan lupa untuk mencantumkan berapa biaya seminar yang harus dibayar peserta. Sampaikan pula fasilitas yang akan diterima peserta bila mengikuti seminar, seperti sertifikat, makanan ringan, buku catatan dan lain sebagainya. Apabila seminar diadakan secara gratis, maka tekankan kata gratis dalam huruf balok besar. Langkah ini merupakan salah satu strategi untuk menarik para calon peserta seminar. Baca juga : 3 Cara Membuat Brosur Pendidikan yang Efektif 5. Detail Kontak brosur seminar 05 Dalam brosur seminar jangan lupa kamu cantumkan detail kontak yang bisa dihubungi. Jika tidak ada informasi kontak, pembaca brosur akan menjadi bingung. Mereka yang tadinya tertarik malah tidak jadi tertarik karena tidak tahu harus menghubungi ke mana.
Ditulis oleh
Yustian Tenegar
Yustian Tenegar · Cofounder
Yustian Tenegar adalah Founder & CEO Uprint.id, pakar dengan pengalaman lebih dari 20 tahun yang menguasai tiga disiplin sekaligus: produksi percetakan dan kemasan (offset, digital printing, quality control), digital marketing, serta pemrograman dan AI. Ia memahami bisnis cetak langsung dari lantai produksi sampai baris kode, dari menghitung biaya per unit hingga membangun sendiri sistem AI internal Uprint. Tulisannya membahas keputusan cetak, dari kartu nama, brosur, sampai kemasan produk, selalu dengan kacamata data dan dampak bisnis nyata.